UPA BK UHO Perluas Perhatian Kesehatan Mental ke Tenaga Kependidikan
NURAGAMEDIA.COM – Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo (UHO) memperluas perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus dengan menyasar tenaga kependidikan.
Langkah tersebut dilakukan melalui Workshop “Strategi Menjaga Kesehatan Mental Tenaga Kependidikan UHO: Pelayanan Akademik Prima” yang digelar Kamis (27/8/2026).
Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UHO, Eva Herik, S.Psi., M.Psi., mengatakan perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kependidikan penting karena mereka memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan di lingkungan universitas.
“Jadi tenaga kependidikan ini memiliki peran strategis di lingkungan kampus. Di UPA Bimbingan dan Konseling UHO, target kegiatan bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa, tetapi juga tenaga kependidikan,” ujarnya.
Menurut Eva, tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan akademik berjalan dengan baik. Mereka setiap hari berinteraksi dengan mahasiswa, dosen, maupun pihak lain yang membutuhkan pelayanan.
Karena itu, UPA Bimbingan dan Konseling UHO memandang kesehatan mental tenaga kependidikan perlu mendapat perhatian. Kondisi mental yang baik dinilai dapat membantu mereka menjalankan tugas secara optimal.
Eva mengatakan tenaga kependidikan perlu memahami kondisi dirinya agar mampu menghadapi tekanan pekerjaan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk mengantisipasi kejenuhan yang dapat muncul dalam aktivitas kerja.
“Harapannya mereka dapat memahami seperti apa menjaga ritme kerja terkait kesehatan mental itu sendiri, sehingga mereka nyaman dalam dunia kerjanya. Walaupun mengalami kejenuhan, mereka mampu mengendalikan dan mengantisipasi kejenuhan tersebut,” jelasnya.
UPA Bimbingan dan Konseling UHO juga mendorong tenaga kependidikan meningkatkan kemampuan komunikasi. Keterampilan tersebut dibutuhkan untuk membangun hubungan kerja yang baik dengan rekan maupun pihak yang dilayani.
“Bagaimana kemudian mereka mampu berkomunikasi efektif dengan rekan-rekan kerja maupun dengan pihak-pihak yang akan berkomunikasi dan bekerja sama dengan mereka,” katanya.
Dalam workshop tersebut, UPA Bimbingan dan Konseling UHO menghadirkan Dr. H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebagai narasumber.
Dr. Sus Budiharto yang merupakan Dekan Fakultas Psikologi UII Yogyakarta memberikan materi dari perspektif psikologi industri dan organisasi. Materi mencakup ritme kerja, dinamika hubungan antarkaryawan, pengelolaan tekanan, hingga upaya mengantisipasi kejenuhan.
Eva menegaskan pemahaman kesehatan mental dibutuhkan agar tenaga kependidikan dapat menjalankan pelayanan tanpa mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan.
“Bagaimana mereka melakukan pelayanan, baik itu untuk dosen maupun mahasiswa. Mereka harus memahami kesehatan mentalnya sehingga dapat menjalankan tugas, tidak stres berkepanjangan dan tidak cemas berkepanjangan yang itu sangat memengaruhi kinerja mereka,” ungkap Eva.
Workshop tersebut diikuti sekitar 150 tenaga kependidikan yang merupakan perwakilan dari rektorat, fakultas, dan berbagai unit kerja di lingkungan UHO.
“Untuk pesertanya kami bersurat ke semua unit dan fakultas. Ada 150 peserta pada kegiatan ini, dari pihak rektorat dan fakultas untuk mengirimkan perwakilan. Jadi seluruh lingkup UHO terlibat,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung di Sahid Azizah Syariah Hotel dan dibuka oleh Pelaksana Tugas Rektor UHO yang diwakili Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T.
Melalui kegiatan tersebut, UPA Bimbingan dan Konseling UHO mendorong agar pemahaman mengenai kesehatan mental tidak berhenti pada kegiatan workshop. Pengetahuan tersebut diharapkan diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Dengan demikian, tenaga kependidikan diharapkan dapat bekerja lebih nyaman, mengelola tekanan dan kejenuhan, membangun komunikasi yang efektif, serta mendukung terwujudnya pelayanan akademik yang prima di UHO.