Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
NURAGAMEDIA.COM

Edukatif-Inspiratif

NURAGAMEDIA.COM

Edukatif-Inspiratif

  • Beranda
  • Berita
  • Beasiswa
  • Edukasi
  • Narasi
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Beasiswa
  • Edukasi
  • Narasi
  • Tentang Kami
Subscribe
Close

Search

Edukasi

Dari Kampus ke Kelas, Mahasiswa Pendidikan Matematika USN Kolaka Jalani SIM-B di SMAN 1 Wolo

By nuragamedia
14 Agustus 2026 5 Min Read
0

KOLAKA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka menjalani Studi Independen Mandiri Berdampak (SIM-B) di SMA Negeri 1 Wolo. Kegiatan dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu selama 15 Juli hingga 15 Agustus 2026.

Selama program berlangsung, mahasiswa terlibat dalam praktik mengajar, pengamatan pembelajaran, penelitian pendidikan, dan kegiatan penataan lingkungan sekolah. Rangkaian kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal situasi sekolah sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Penelitian yang dilakukan berfokus pada cara berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika kontekstual. Mahasiswa mengkaji berpikir pseudo matematis dengan mempertimbangkan mathematical resilience atau resiliensi matematis siswa.

Mendapat Sambutan Positif dari Sekolah

Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan positif dari kepala sekolah, guru, dan siswa SMA Negeri 1 Wolo. Dukungan sekolah membantu mahasiswa beradaptasi dan mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Perwakilan mahasiswa peserta SIM-B, Siti Faina Sari, mengatakan bahwa penerimaan warga sekolah menjadi kesan yang paling dirasakan sejak awal program.

“Kepala sekolah, guru, dan siswa menerima kami dengan sangat baik. Suasana sekolah juga mendukung sehingga kami lebih mudah beradaptasi, berkomunikasi, mengajar, dan melaksanakan penelitian,” ujar Faina.

Interaksi dengan warga sekolah memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui perkuliahan. Mahasiswa dapat melihat bagaimana pembelajaran direncanakan, dilaksanakan, dan disesuaikan dengan kondisi siswa.

Mereka juga berkesempatan berdiskusi dengan guru mengenai karakteristik siswa dan tantangan pembelajaran matematika. Pengalaman tersebut memperluas pemahaman mahasiswa tentang tanggung jawab seorang pendidik di dalam maupun di luar kelas.

Belajar Menghadapi Keragaman Siswa

Praktik mengajar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SIM-B. Mahasiswa belajar menyampaikan materi matematika, menjawab pertanyaan, mengelola interaksi, dan membangun suasana belajar yang nyaman.

Saat berhadapan langsung dengan siswa, mereka menemukan perbedaan kemampuan awal, karakter, tingkat pemahaman, dan cara belajar. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa menyesuaikan bahasa, contoh, serta strategi yang digunakan saat menjelaskan materi.

“Ketika mengajar, kami menyadari bahwa setiap siswa memiliki kemampuan dan cara belajar yang berbeda. Kami harus memilih cara penyampaian yang lebih sederhana agar materi mudah dipahami,” kata Faina.

Menurutnya, pengalaman tersebut turut melatih kepercayaan diri, kesabaran, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Mahasiswa juga belajar bahwa penguasaan materi belum cukup jika tidak disertai kemampuan memahami kebutuhan siswa.

Bagi calon guru matematika, kejelasan dalam menjelaskan konsep merupakan hal penting. Siswa tidak hanya perlu mengetahui rumus dan prosedur, tetapi juga memahami alasan di balik langkah penyelesaian yang digunakan.

Mengkaji Cara Berpikir Siswa

Berdasarkan pengamatan awal, kemampuan matematika siswa SMA Negeri 1 Wolo cukup beragam. Sebagian siswa dapat mengerjakan soal rutin dengan baik, tetapi masih mengalami kesulitan ketika menghadapi masalah matematika kontekstual.

Kesulitan tersebut muncul ketika siswa harus memahami informasi dalam soal, menentukan konsep yang sesuai, dan menyusun langkah penyelesaian. Situasi itu kemudian menjadi dasar penelitian bertajuk “Eksplorasi Berpikir Pseudo Matematis Siswa SMA dalam Penyelesaian Masalah Matematika Kontekstual Ditinjau dari Mathematical Resilience.”

Berpikir pseudo matematis terjadi ketika jawaban yang diberikan siswa belum menggambarkan pemahaman konsep yang sebenarnya. Seorang siswa dapat memperoleh jawaban benar, tetapi menggunakan alasan atau prosedur yang tidak tepat. Kondisi ini disebut pseudo-true.

Sebaliknya, siswa yang telah memahami konsep dapat menghasilkan jawaban salah karena kurang teliti, keliru menghitung, atau tidak tepat dalam menyajikan gagasan matematis. Kondisi tersebut dikenal sebagai pseudo-false.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan matematika tidak cukup dinilai dari jawaban akhir. Guru juga perlu memperhatikan cara siswa memahami masalah, memilih strategi, menjelaskan alasan, dan memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

Penelitian tersebut juga mempertimbangkan resiliensi matematis, yaitu ketekunan, kepercayaan diri, dan kemampuan siswa bertahan ketika menghadapi kesulitan matematika. Siswa dengan resiliensi yang baik cenderung lebih berani mencoba strategi, memperbaiki kesalahan, dan tidak mudah menyerah.

Untuk memperoleh data, mahasiswa melakukan observasi, menyusun instrumen, menyebarkan angket resiliensi matematis, memberikan tes pemecahan masalah kontekstual, dan mewawancarai siswa. Data kemudian dianalisis untuk mengenali karakteristik proses berpikir siswa.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya siswa yang memperlihatkan karakteristik pseudo-true maupun pseudo-false. Temuan tersebut dapat menjadi informasi bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan menekankan pemahaman konsep.

“Penelitian ini mengajarkan kami agar tidak hanya melihat benar atau salahnya jawaban. Kami juga perlu memperhatikan proses berpikir, alasan, dan ketekunan siswa ketika menyelesaikan masalah,” tutur Faina.

Pemberian Angket Mathematics Resilience ke Siswa SMAN 1 Wolo oleh Mahasiswa Pendidikan Matematika USN Kolaka

Sekolah Menjadi Ruang Belajar Profesional

Dosen Pendamping Lapangan, Achmad Salido, menilai SIM-B memberikan pengalaman yang penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik. Sekolah menjadi ruang bagi mereka untuk menguji pengetahuan sekaligus belajar dari persoalan pembelajaran yang nyata.

“Mahasiswa tidak hanya berlatih berdiri dan menjelaskan materi di depan kelas. Mereka juga belajar membaca situasi pembelajaran, membangun komunikasi, mengenali kesulitan siswa, dan mengkajinya melalui data,” jelas Achmad Salido.

Menurutnya, penelitian mengenai berpikir pseudo mengingatkan calon guru agar tidak terburu-buru menilai kemampuan siswa berdasarkan jawaban akhir.

“Jawaban benar belum tentu lahir dari pemahaman yang utuh. Sebaliknya, jawaban salah tidak selalu berarti siswa tidak memahami konsep. Guru perlu menelusuri alasan, strategi, ketelitian, dan cara siswa bertahan ketika menghadapi kesulitan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa aspek kognitif dan afektif perlu dipahami secara bersamaan. Kemampuan menyelesaikan masalah matematika dapat dipengaruhi oleh penguasaan konsep, kepercayaan diri, ketekunan, dan keberanian mencoba.

“Pengalaman mengajar dan meneliti di sekolah diharapkan membentuk mahasiswa menjadi calon guru yang reflektif. Mereka perlu terbiasa menggunakan hasil pengamatan dan data untuk memperbaiki pembelajaran,” lanjutnya.

Berkontribusi bagi Lingkungan Sekolah

Selain mengikuti kegiatan pembelajaran dan penelitian, mahasiswa turut membantu menjaga kebersihan serta menata lingkungan SMA Negeri 1 Wolo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sekolah mengikuti lomba kebersihan tingkat kabupaten.

Keterlibatan itu memberi pemahaman bahwa suasana belajar tidak hanya dipengaruhi kegiatan di dalam kelas. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman juga mendukung aktivitas siswa dan warga sekolah.

Faina berharap pengalaman selama mengikuti SIM-B dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru.

“Kami berharap kemampuan mengajar, berkomunikasi, bekerja sama, melakukan penelitian, dan beradaptasi yang diperoleh selama kegiatan dapat terus dikembangkan. Semoga kehadiran kami juga memberikan manfaat bagi sekolah,” ujarnya.

Mahasiswa turut berharap SMA Negeri 1 Wolo terus berkembang, menciptakan suasana belajar yang semakin baik, dan memberikan ruang bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan serta prestasinya.

Pelaksanaan SIM-B mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi calon guru dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Kerja sama USN Kolaka dengan SMA Negeri 1 Wolo juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui program ini, mahasiswa belajar bahwa menjadi guru tidak hanya memerlukan penguasaan ilmu. Seorang pendidik juga membutuhkan kepekaan terhadap siswa, kemampuan meneliti, kemauan berefleksi, dan kesiapan terus belajar dari pengalaman. (NM-03)

Tags:

Magang MahasiswaPendidikan matematika USN Kolakaprogram SIM-BSIM-B FKIP USN KolakaSMA Negeri 1 Wolo
Author

nuragamedia

Follow Me
Other Articles
Previous

Melalui SIM-B, Mahasiswa Pendidikan Matematika USN Kolaka Hadirkan Ular Tangga Edukatif di SMPN 2 Watubangga

Next

Belajar Bilangan lewat Ular Tangga, Inovasi Mahasiswa SIM-B di SD Negeri 1 Wolulu

Pos-pos Terbaru

  • Bimbingan Teknis Berbasis Kompetensi Formulator Pakan Bekali Mahasiswa Peternakan USN Kolaka Hadapi Dunia Kerja
  • Ini Syarat Mahasiswa yang Ingin Dapat Beasiswa Pemkot Kendari
  • Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Berbagai Jenjang dari Pemkot Kendari
  • SI CANTIK dari Karantina Sultra, Cepat dan Hemat Kertas
  • Polisi Tetapkan 72 Orang Tersangka Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026

Kategori

  • Beasiswa
  • Berita
  • Edukasi
  • Tentang Kami
Copyright 2026 — NURAGAMEDIA.COM. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme